Memulai Bisnis Setelah Pensiun

memulai bisnis setelah pensiun

Memulai bisnis setelah pensiun banyak dilakukan orang-orang untuk mengisi masa pensiunnya dengan tetap produktif. Tidak ada yang salah dengan hal ini. Namun masalahnya banyak yang memulainyan tanpa persiapan yang cukup. Hanya tergiur penawaran-penawaran yang terlihat manis dengan nilai keuntungan yang tinggi saja, tanpa berhitung soal resikonya. Sehingga tidak heran saat uang pensiun yang seharusnya dihemat dan dipergunakan dengan hati-hati, tapi diinvestasikan ke bidang usaha yang kurang tepat atau bahkan tidak tepat dan mengalami kegagalan alias bangkrut. Padahal saat pensiun sudah tidak ada lagi pendapatan yang diharapkan seperti saat masih aktif bekerja sebagai karyawan.

Bagaimana memulai bisnis setelah pensiun yang aman?

Seorang Konsultan Investasi yaitu Ryan Filbert menyarankan agar memulai bisnis setelah pensiun dimulai bukan setelah menjalani masa pensiun, tetapi sudah dirintis beberapa waktu sebelum pensiun. Karena mengelola bisnis itu memerlukan skill dan pengalaman, agar bisnisnya dapat berjalan sesuai harapan. Dan itu memerlukan waktu. Karena bisnis itu memiliki resiko gagal selain kesuksesan yang diharapkan. Jadi kalau mengalami kegagalan yang pasti merugikan, masih mempunyai pendapatan dari gaji sebagai karyawan. Dengan demikian masih ada harapan untuk mengulangi lagi proses bisnisnya dengan lebih baik.

Berikut beberapa langkah untuk memulai bisnis setelah pensiun :

  1. Mulailah merancang kegiatan pensiun Anda saat masih aktif sebagai karyawan. Paling tidak 2 – 3 tahun sebelum masa pensiun tiba. Kalau Anda hanya ingin menghabiskan sebagian besar waktu dengan kegiatan non bisnis pastikan ada dana untuk membiayai kegiatan Anda. Termasuk perawatan kesehatan Anda. Sumber dana itu bisa dari investasi saham yang Anda kumpulkan dengan mencicil selama puluhan tahun. Bisa juga investasi lain seperti rumah kos atau kontrakan. Kalau Anda tertarik berinvestasi di logam mulia juga baik sekali.
  2. Kalau Anda ingin memulai bisnis setelah pensiun dimana Anda terlibat aktif didalamnya, maka pilihlah bisnis yang sesuai dengan minat atau passion Anda. Karena hal itu akan membuat Anda bergairah untuk menguasai bisnis tersebut dengan baik. Bahkan seandainya mengalami hambatan akan makin membuat Anda tertantang untuk mencari solusinya.
  3. Bisa juga Anda mengembangkan bisnis yang sudah Anda kuasai secara tehnis. Tinggal mengembangkan sisi bisnis dan manajemennya. Misalnya Anda menguasai seluk beluk mengurus perijinan saat masih menjadi karyawan, maka Anda sudah bisa merintis Biro Jasa Pengurusan Perijinan saat itu juga. Tentu saja Anda harus bekerjasama dengan orang lain untuk beberapa tugas pengurusannya. Karena Anda masih terikat kontrak kerja di perusahaan yang menggaji Anda.
  4. Kalau Anda bingung menentukan bisnis apa yang akan dijalani, maka Anda harus mencari referensi orang sukses di sekitar Anda. Lakukan pengamatan secara seksama dan catat apa saja yang mereka lakukan untuk sukses. Kemudian pilih salah satu yang menurut Anda cocok dengan minat dan gaya Anda. Mulailah melakukan bisnis seperti tokoh yang Anda jadikan panutan atau model. Sesuaikan dengan gaya Anda sendiri untuk beberapa bagian.
  5. Jangan berpindah-pindah bisnis berdasarkan iming-iming keuntungan. Karena setiap bisnis membutuhkan waktu untuk menjadi sukses. Kalau saat Anda belum sukses kemudian tergiur bisnis lain dan bolak balik seperti itu, maka tidak akan pernah sukses. Bersabarlah. Salah satu kunci penting dalam bisnis adalah kesabaran dan ketekunan.
  6. Jangan gunakan seluruh modal untuk membangun bisnis. Apalagi memaksakan diri dengan berhutang. Karena hal itu sangat beresiko seandainya nanti memgalami kegagalan. Jadi bagilah modal Anda menjadi 3 – 7 bagian. Jadi investasikan secara cermat sepertiga sampai dengan sepertujuh modal Anda untuk membangun bisnis. Besarnya pembagian tergantung pilihan bisnis Anda. Misalnya bisnis Dropship di marketplace membutuhkan pembagian modal sampai 7 bagian. Dengan demikian jika bisnis Anda mengalami kendala, masih ada kesempatan membangunnya lagi. Tentu saja Anda sudah memiliki pengalaman yang lebih baik. Silakan baca : Tips sukses bisnis online dropship.
  7. Setiap bisnis memiliki resiko sesuai target keuntungannya. Bisnis yang menjanjikan keuntungan tinggi juga memiliki resiko yang tinggi, seperti misalnya bisnis Forex. Sedangkan bisnis yang menjanjikan keuntungan rendah juga memiliki resiko yang rendah. Contohnya investasi rumah kos.
  8. Jika ada bisnis yang menurut Anda bagus, namun Anda tidak mampu memodalinya atau Anda kurang berani menanggung resikonya, maka ajaklah beberapa teman terpercaya untuk bergabung. Dengan ditanggung bersama, maka resikonya juga ditanggung bersama. Sudah tentu keuntungannya juga akan dibagi bersama.

Baca juga : – Bisnis sampingan yang menguntungkan

– Peluang usaha Long Potato

Demikian semoga uraian singkat ini dapat menjadi referensi Anda memulai bisnis setelah pensiun dengan baik.

Sebagai referensi silakan simak video berikut ini :

 

Salam,

Jarot BS – 0812 8894 7018

Leave a Reply

Your email address will not be published.