Peluang Usaha Jualan Gorengan

Peluang Usaha Jualan Gorengan sampai saat ini masih menarik. Baik sebagai sumber penghasilan sampingan. maupun sebagai sumber penghasilan utama. Karena selain cara pembuatannya mudah. Peralatan yang digunakan juga relatif sederhana. Mudah ditemukan dimana saja. Bahkan biasanya dipakai untuk kebutuhan masak-memasak di rumah tangga. Dan yang terpenting adalah gorengan ini sangat disukai. Berbagai kalangan. Baik tua atau muda. Berbagai kelas sosial. Dan dapat dinikmati kapan saja. Saat cuaca cerah dan apalagi hujan. Sebagai teman minum kopi tau teh. Sehingga sangat tepat kalau dijadikan sumber pendapatan yang jelas menjanjikan. Karena pasarnya sudah ada.

peluang usaha jualan gorengan

Baca juga : Peluang usaha long potato

Peluang Usaha Jualan Gorengan memang menggiurkan.

Gorengan yang rasanya gurih memang bisa bikin ketagihan. Bahkan ada seorang teman saya yang kalau makan pagi, makan siang atau pun makan malam selalu ada gorengannya. Bisa tahu goreng, tempe goreng, bala-bala dan variasi gorengan lainnya. “Kalau belum makan gorengan belum lengkap rasanya”, ujar teman saya tersebut.

Di dalam menu-menu yang disajikan untuk pertemuan formal dan informal sering ada gorengan yang disajikan. Hal ini menunjukkan kalau gorengan bisa disajikan kapan saja. Tahu bakso, risoles dan pastel adalah jenis gorengan yang sering terdapat dalam box menu sajian. hal ini menunjukkan kalau gorengan pasarnya sangat luas. Serta peminatnya terus ada. Sehingga dapat dikatakan peluang usaha jualan gorengan ini memang sangat menggiurkan kalau digarap dengan serius dan terencana. Bayangkan saja jika dengan satu gerobak yang dikelola sendiri bisa memberikan pendapatan bersih minimal 200 ribu sehari. Maka kalau Anda memiliki 5 gerobak saja bisa diperoleh pemasukan 1 juta sehari. Dengan dikurangi biaya karyawan dan lain-lain sebesar 500 ribu, masih akan diperoleh pendapatan 500 ribu rupiah sehari. Jadi dalam sebulan pendapatan Anda adalah 15 juta per bulan. Bagus bukan?

Tempat berjualan gorengan bisa di banyak lokasi. Paling bagus adalah di lokasi yang banyak dilalui orang. Tapi masih memungkinkan untuk berhenti. Seperti di depan mini market, di depan pasar, di tempat parkir, di dekat kampus atau sekolah dan di dekat lokasi pabrik. Serta di banyak lokasi lainnya. Tempat-tempat seperti itu selalu ramai pembeli. Jadi Anda tinggal menyesuaikan jenis gorengan yang dijual dengan selera pembeli setempat. Yang paling umum adalah keripik tempe, tahu goreng isi, tahu goreng biasa, bala-bala, singkong goreng merekah, risoles isi bihun, pisang molen, cireng dan beberapa gorengan populer lainnya. Ada juga yang mengkhususkan diri ke satu jenis gorengan saja. Misalnya hanya menjual tahu goreng pedas. Atau hanya risoles saja. Hal itu bukan masalah. Selama pembeli masih menyukainya.

Kalau modal Anda terbatas bisa memulai dengan membuat dirumah. Kemudian dititipkan ke lapak-lapak kue. Fokus di satu jenis saja. Misalnya pastel atau risoles saja. Tapi kualitasnya bagus. Enak. Dan harganya terjangkau. Kemudian buat dalam jumlah banyak. Misalnya 200 biji. lalu titipkan ke beberapa lapak atau toko kue. Hal ini untuk mengurangi resiko tidak laku jika hanya dititipkan di satu tempat saja. Dari pengalaman dan pengamatan saya jenis gorengan seperti pastel dan risoles ini selalu habis terjual. Bahkan banyak menerima pesanan tambahan untuk menu box kue. Beberapa tahun lalu saya pernah membaca, ada seorang pembuat pastel yang jumlah produksinya mencapai 6.000 (enam ribu) biji per hari. Semua produksinya didistribusikan di toko-toko kue di pasar grosir kue seperti Pasar Senen Jakarta. Anda pun bisa seperti dia. Seandainya fokus mengembangkan usaha kue Anda. Seperti halnya Pastel Mak Cik di Jakarta yang sangat terkenal itu. Tinggal pilih salah satu jenis gorengan yang disukai pelanggan. Kemudian membuatnya dengan istimewa. Dipromosikan secara konsisten dengan media online maupun offline. Lalu menunggu hasil kesuksesan dari kerja keras Anda.

Baca juga : Contoh Usaha Modal Kecil Untung Besar

Tips sukses menjalankan peluang usaha jualan gorengan.

  1. Cari jenis gorengan yang disukai masyarakat setempat
  2. Coba dulu resep gorengan yang akan dijual. Sesuaikan dengan selera masyarakat setempat. Pastikan harga jualnya terjangkau dan Anda bisa memperoleh keuntungan.
  3. Kalau Anda cukup punya modal bisa dengan membuat lapak sendiri. Diisi dengan gorengan buatan sendiri dan dengan gorengan titipan dari penjual lain.
  4. Kalau modalnya tidak cukup bisa dimulai dengan membuat gorengan yang banyak disukai dan bisa tahan seharian. Misalnya pastel, risoles, tahu bakso, kroket dan yang lainnya. Kemudian dititipkan di lapak atau toko-toko kue yang ramai. Tentu saja Anda akan berbagi keuntungan dengan mereka. Tapi Anda juga berbagi resiko. Karena Anda tidak perlu keluar biaya sewa lapak atau toko. Dan tidak perlu menjaganya seharian.
  5. Jaga kualitas gorengan yang meliputi rasa, penampilan, kebersihan, dan faktor halal untuk daerah tertentu.
  6. Manfaatkan promosi online secara gratis di media sosial dan juga bekerja sama dengan Grab Food atau Go Food.
  7. Selalu buat pencatatan usaha Anda yang meliputi catatan penjualan, bahan baku, produksi, langganan, masukan pembeli dan catatan lain untuk kemajuan usaha Anda.
  8. Selalu evaluasi hasil kerja Anda. Dan lakukan perbaikan agar usaha Anda makin berkembang.

Contoh resep pastel yang dapat Anda kembangkan untuk jualan.

 

Semoga dapat menginspirasi Anda untuk membuka usaha.

 

Salam.

Jarot BS

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.